Menelusuri jejak sejarah Stasiun Kereta Api Besar yang dibangun pada masa kolonial. Temukan layanan eksklusif Kereta Api Wajah Baru di Medan.
Manfaatkan Jasa Kereta Api di Medan Untuk Kenyamanan Dan Kepastian Waktu
Stasiun Kereta Api Medan (MDN) bukan sekadar tempat pemberhentian kereta. Ia adalah saksi bisu transformasi Kota Medan dari perkebunan tembakau menjadi metropolis modern. Terletak tepat di jantung kota, berhadapan dengan Lapangan Merdeka, stasiun ini adalah stasiun kereta api terbesar di Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh.
Di Kota Medan, jasa kereta api sudah dirasakan semua kalangan, baik kalangan the have atau kalangan biasa. Masing-masing memiliki alasan mengapa menggunakan jasa kereta api. Paket Tour Medan juga tidak mau ketinggalan. Dengan berbagai alasan, banyak wisatawan yang menggunakan jasa kereta api dari Bandara Kualanamu hingga Stasiun Kereta Api Medan dan sebaliknya.
Begitu juga orang-orang yang memiliki kebutuhan antar kota, misalnya masyarakat Binjai ada urusaan di Kota Medan. Mereka lebih baik naik kereta api dari pada naik angkutan kota lain. Bahkan dibandingkan dengan naik kenderaan pribadi seperti motor, masih lebih untung naik kereta api. Selain bebas macet dan nyaman, ongkosnya sangat terjangkau.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai sejarah panjang dan keunikan arsitektur yang dimilikinya.
1. Jejak Sejarah Stasiun Kereta Api Medan: Nadi Ekonomi Tanah Deli
Sejarah Stasiun Medan tidak bisa dilepaskan dari kejayaan perkebunan tembakau di Sumatera Timur pada masa kolonial Hindia Belanda.
- Era Deli Spoorweg Maatschappij (DSM): Stasiun ini resmi dibuka pada 25 Juli 1886 oleh perusahaan kereta api swasta bernama Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Jalur pertama yang dibuka menghubungkan Medan dengan Labuhan sepanjang kurang lebih 17 km.
- Tujuan Awal: Pada awalnya, stasiun dan jalur kereta ini dibangun bukan utamanya untuk penumpang, melainkan untuk memperlancar angkutan hasil bumi. Hasil bumi di sini terutama tembakau dan karet dari daerah pedalaman ke pelabuhan (Belawan) untuk diekspor ke Eropa.
- Transformasi: Seiring berjalannya waktu, stasiun ini berkembang melayani penumpang umum dan menghubungkan kota-kota penting lain di Sumatera Utara. Beberapa kota dimaksud adalah Tebing Tinggi, Pematang Siantar, hingga Tanjung Balai dan Rantau Prapat. Saat ini tour operator dalam Paket Wisata Medan menggunakannya untuk transfer turis ke Bandara Kualanamu.
2. Keunikan Arsitektur: Antara Kolonial dan Modern
Secara arsitektur, Stasiun Medan mengalami beberapa kali renovasi total, sehingga wajah aslinya yang murni klasik sedikit tertutup oleh bangunan modern. Namun, sisa-sisa kemegahan masa lalu dan integrasi teknologi baru menjadi daya tarik tersendiri.
- Gaya Klasik Eropa: Bangunan asli stasiun memiliki ciri khas arsitektur kolonial Belanda dengan atap tinggi dan ventilasi besar untuk menyiasati iklim tropis. Meskipun fasad depan kini terlihat sangat modern, tata letak emplasemen dan beberapa bangunan pendukung di sekitarnya masih menyiratkan nuansa masa lalu.
- Ikon Titi Gantung: Salah satu elemen arsitektur paling ikonik yang melekat dengan Stasiun Medan adalah jembatan penyeberangan kuno yang dikenal sebagai Titi Gantung. Dibangun pada tahun 1885, jembatan ini memiliki gaya Victorian yang kental dengan ornamen besi yang rumit. Titi Gantung dulunya digunakan pejalan kaki untuk menyeberangi rel kereta api dari jalan stasiun ke area permukiman; Saat ini semua sudah menjadi cagar budaya serta spot foto favorit.
- Integrasi Jalur Layang: Stasiun Medan kini memiliki arsitektur unik dengan adanya jalur kereta api layang (elevated track) yang membelah kota. Konstruksi beton megah ini berpadu dengan hiruk pikuk stasiun di bawahnya, menciptakan visual urban yang menarik.
3. Fasilitas Pelopor: Stasiun Bandara Pertama
Keunikan utama Stasiun Medan dibanding stasiun besar lain di Indonesia (seperti Gambir atau Bandung) adalah statusnya sebagai pelopor integrasi kereta bandara. Saat ini Tour ke Medan menjadi sangat variatif. Anda bisa memanfaatkan kereta api Bandara yang terkesan mewah untuk menjadi transportasi saat transfer in atau transfer out.
Banyak wisatawan dengan keinginan mereka sendiri mau mencoba menikmati layanan kereta api executive dari Stasiun Kereta Api Medan ke Bandara Kualanamu. Setelah city tour mengunjungi beberapa objek wisata. Beberapa objek wisata dekat stasiun seperti: Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, Tjong A Fie Mansion, Gedung London Sumatera dan lain-lain, mereka langsung diantar ke stasiun. Tour operator tidak perlu mengantar hingga ke Bandara karena kereta api di medan terintegrasi dengan Bandara.
- City Check-In: Stasiun Medan adalah stasiun pertama di Indonesia yang menerapkan sistem City Check-In layaknya di bandara. Penumpang pesawat bisa melakukan check-in dan mencetak boarding pass pesawat di stasiun ini sebelum naik kereta menuju Bandara Kualanamu.
- Zona Khusus Railink: Stasiun ini memiliki area tunggu terpisah (eksklusif) untuk penumpang KA Bandara (Railink) yang didesain sangat modern, bersih, dan futuristik. Berbeda dengan di tempat lain yang kontras dengan area kereta lokal/jarak jauh, memberikan pengalaman “dua dunia” dalam satu kompleks stasiun.
Informasi Wisata Lain
Paket Wisata Danau Toba
Paket Tour Berastagi
Paket Wisata Taman Simalem Resort
Paket Tour Samosir
Paket Wisata Danau Toba Dari Silangit
Sewa Bus Pariwisata Medan
Baca Juga:
Museum Perkebunan Indonesia | Wisata Edukasi Ikonik di Medan
3 Gereja Katolik | Ikon Wisata Religi di Kota Medan
Taman Sri Deli | Sejarah, Keindahan & Rekreasi di Kota Medan